
MALANG - Manajemen PT Arema Indonesia masih punya harapan bisa melunasi gaji pemain yang tertunggak selama 2,5 bulan. Harapan itu berasal dari hasil penjualan tiket empat laga kandang tersisa. Dari empat laga itu, manajemen Arema menargetkan mampu meraup pendapatan Rp 3,6 miliar. Empat laga kandang Arema itu antara lain menjamu Deltras Sidoarjo (29/5), Persela (4/6), Persisam (16/6), dan Bontang FC (19/6).
Manajemen Arema sejauh ini berkeyakinan bahwa laga menjamu Deltras bisa dilangsungkan. Ancaman pemain Deltras yang akan mogok tanding lawan Arema karena ada masalah internal, diyakini tak akan terjadi. Karena sebagai pemain profesional, Danillo Fernando dn kawan-kawan tidak akan berani mogok. Karena risikonya akan sangat fatal bagi tim dan pemain yang bersangkutan.
Bagi Arema, laga menjamu Deltras mendatang selain akan dimanfaatkan untuk mengakhiri paceklik kemenangan Singo Edan, julukan Arema, juga akan digunakan untuk kembali meraup pundi-pundi rupiah sebagai pemasukan Arema.
Pelaksana harian PT Arema Indonesia, Abriadi Muhara membenarkan empat laga kandang sisa akhir musim ini akan digunakan semaksimal mungkin untuk meraup pendapatan. Dia menegaskan, semua pendapatan akan langsung dialokasikan untuk pembayaran gaji pemain Arema.
"Pendapatan dari penjualan tiket laga kandang akan sangat membantu menyelesaikan krisis finansial ini secara pelan-pelan. Kami menaruh banyak harapan agar Aremania bisa memadati stadion. Kedatangan mereka, selain akan melipatgandakan semangat pemain, juga akan memberi pemasukan yang akan kami gunakan membayar gaji pemain dan pelatih Arema," beber Abriadi kepada Radar Malang (Grup JPNN).
Pria yang juga menjabat sebagai ketua panpel Arema tersebut mengatakan jika semua tiket sold out (ludes terjual), maka panpel Arema akan mendapat pemasukan setidaknya Rp 900 juta per pertandingan. Artinya lagi, jika Arema masih memiliki empat laga kandang, Arema akan mampu meraup dana segar sekitar Rp 3,6 miliar dari penjualan tiket laga kandang.
Jika diestimasikan lagi, dana segar Rp 3,6 miliar akan mampu mencukupi pembayaran gaji penggawa Arema sampai pada hitungan 3,5 bulan. Sebagai informasi, sampai saat ini manajemen Arema masih memiliki tunggakan gaji pemain selama 2,5 bulan yang belum terbayarkan. Total tunggakan itu senilai Rp 2,7 miliar dengan asumsi kebutuhan gaji per bulan mencapai Rp 1,1 miliar.
"Kami sangat optimistis target ini akan tercapai. Kami harus apresiasi komitmen Aremania yang akan membantu Arema. Bagaimana pun mereka juga turut andil untuk menyelesaikan problem keuangan di Arema," ujar Abriadi. (did/abm)




