Jumat, 27 Mei 2011

Empat Laga, Target Rp 3,6 Miliar Semua untuk Bayar Gaji Pemain


MALANG - Manajemen PT Arema Indonesia masih punya harapan bisa melunasi gaji pemain yang tertunggak selama 2,5 bulan. Harapan itu  berasal dari hasil penjualan tiket empat laga kandang tersisa. Dari empat laga itu, manajemen Arema menargetkan mampu meraup pendapatan Rp 3,6 miliar. Empat laga kandang Arema itu antara lain menjamu Deltras Sidoarjo (29/5), Persela (4/6), Persisam (16/6), dan Bontang FC (19/6). 


Manajemen Arema sejauh ini berkeyakinan bahwa laga menjamu Deltras bisa dilangsungkan. Ancaman pemain Deltras yang akan mogok tanding lawan Arema karena ada masalah internal, diyakini tak akan terjadi. Karena sebagai pemain profesional, Danillo Fernando dn kawan-kawan tidak akan berani mogok. Karena risikonya akan sangat fatal bagi tim dan pemain yang bersangkutan.

Bagi Arema, laga menjamu Deltras mendatang selain akan dimanfaatkan untuk mengakhiri paceklik kemenangan Singo Edan, julukan Arema, juga akan digunakan untuk kembali meraup pundi-pundi rupiah sebagai pemasukan Arema.

Pelaksana harian PT Arema Indonesia, Abriadi Muhara membenarkan empat laga kandang sisa akhir musim ini akan digunakan semaksimal mungkin untuk meraup pendapatan. Dia menegaskan, semua pendapatan akan langsung dialokasikan untuk pembayaran gaji pemain Arema.

"Pendapatan dari penjualan tiket laga kandang akan sangat membantu menyelesaikan krisis finansial ini secara pelan-pelan. Kami menaruh banyak harapan agar Aremania bisa memadati stadion. Kedatangan mereka, selain akan melipatgandakan semangat pemain, juga akan memberi pemasukan yang akan kami gunakan membayar gaji pemain dan pelatih Arema," beber Abriadi kepada Radar Malang (Grup JPNN).

Pria yang juga menjabat sebagai ketua panpel Arema tersebut mengatakan jika semua tiket sold out (ludes terjual), maka panpel Arema akan mendapat pemasukan setidaknya Rp 900 juta per pertandingan. Artinya lagi, jika Arema masih memiliki empat laga kandang, Arema akan mampu meraup dana segar sekitar Rp 3,6 miliar dari penjualan tiket laga kandang.

Jika diestimasikan lagi, dana segar Rp 3,6 miliar akan mampu mencukupi pembayaran gaji penggawa Arema sampai pada hitungan 3,5 bulan. Sebagai informasi, sampai saat ini manajemen Arema masih memiliki tunggakan gaji pemain selama 2,5 bulan yang belum terbayarkan. Total tunggakan itu senilai Rp 2,7 miliar dengan asumsi kebutuhan gaji per bulan mencapai Rp 1,1 miliar.

"Kami sangat optimistis target ini akan tercapai. Kami harus apresiasi komitmen Aremania yang akan membantu Arema. Bagaimana pun mereka juga turut andil untuk menyelesaikan problem keuangan di Arema," ujar Abriadi. (did/abm)

Deltamania : Stop Penyidikan Dana Pinjaman Deltras

foto


TEMPO Interaktif,Sidoarjo - Deltamania, suporter Deltras Sidoarjo meminta Kejaksaan Negeri Sidoarjo tak melanjutkan proses hukum kasus dana pinjaman dana dari Perusahaan Daerah Air Minum Sidoarjo, Selasa 24 Mei 2011. Ketua Deltamania, Saiful Bagirok meminta agar dana pinjaman itu tak dipersoalan karena tak ada kerugian negara dalam persoalan tersebut. "Dana pinjaman itu untuk menyelamatkan Deltras," katanya.
Lantaran, saat itu Deltras tengah masuk jurang degradasi. Jika tak ada kucuran dana, diperkirakan para pemain tertekan dan tak bisa bermain lepas. Apalagi, saat itu tak ada lembaga lain yang bersedia memberikan dana pinjaman. "Kita minta bantuan ke sejumlah lembaga, tak ada yang peduli," katanya.

Saat Deltras dililit krisis keuangan itu, kemudian Perusahaan Daerah Air Minum Sidoarjo memberikan pinjaman dana sebesar Rp 3 miliar. Saat itu, katanya, Deltras baru berlaga kembali dalam kompetisi Liga Super Indonesia yang membutuhkan dana besar. Saiful juga menunjukkan bukti surat perjanjian utang piutang PDAM dengan Deltras dan usulan dana hibah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2010.

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Sidoarjo, Djajadi meminta agar Bupati Sidoarjo Saiful Ilah turun tangan menyelesaikan masalah ini. Karena, Deltras merupakan klub milik Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. "PDAM dan Deltras, sama-sama milik Pemerintah Kabupaten Sidoarjo." katanya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga bertanggungjawab jika Deltras tak mampu melunasi utang tersebut. Dana pinjaman itu, katanya, diserahkan Agustus 2010 lalu atas perintah Bupati Sidoarjo saat itu dijabat Win Hendrarso sepengetahuan Sekretaris Kabupaten Vino Muntiawan dan manajer Deltras Ayu Sartika Virianti.

Saat itu, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tengah menganggarkan dana hibah melalui Komite Olahraga Nasional sebesar Rp 8 miliar melalui APBD perubahan 2010. Dana pinjaman tersebut dilunasi setelah Deltras menerima dana hibah tersebut. Namun, belakangan tak ada pejabat yang berani bertanggungjawabkan anggaran tersebut setelah Gubernur Jawa Timur melarang anggaran untuk klub sepak bola. 

Saat ini, Kejaksaan Negeri Sidoarjo tengah melakukan pengumpulan bahan dan keterangan untuk mengungkap kasus dugaan korupsi ini. Penyidik telah meminta keterangan Direktur Utama PDAM Sidoarjo Djajadi dan sejumlah pihak yang mengetahui persoalan ini. Jika ditemukan indikasi korupsi akan ditingkatkan dalam penyidikan. 

FIFA Ikut Gagalkan Kongres PSSI


JAKARTA - Kekisruhan Kongres PSSI 2011 di Hotel Sultan bukan muncul secara mendadak. Ada skenario besar dari penguasa untuk menggagalkan kongres tersebut.

Kongres yang digagas Komite Normalisasi (KN) atas petunjuk dari induk sepakbola dunia FIFA ini sejak awal sudah bergelagat akan kisruh. Para calon ketua umum yang melihat gelagat buruk lalu mengundurkan diri sebelum kongres dimulai.

Menurut CEO Tangerang Wolves, Akmal Marhali, kesalahan memang dilakukan oleh Kelompok 78. Namun kesalahan juga dilakukan oleh Komite Normalisasi (KN) dan FIFA. Keduanya memiliki kadar kebenaran dan kesalahan dalam kongres.

Namun, lebih dalam lagi diungkapkan Akmal, terdapat skenario besar untuk membuat kongres ricuh. Berdasarkan data yang diperolehnya dan membandingkan fakta dilapangan, Akmal menengarai kuat kelompok Nurdin Halid cs mengatur semua skenario.

Kepada Waspada Online, Akmal mengungkapkan beberapa data dan fakta kisruh Kongres PSSI dibuat sejak awal. Persoalan surat menyurat antara PSSI dan FIFA menjadi puncak permasalahan. Oknum FIFA turut terlibat dalam pemalsuan data saat korespondensi dengan Indonesia.

"Ini ada manipulasi di kongres kemarin, semua terbuai dengan propaganda media. Masyarakat hanya dikelabui permukaan dalam kongres. Padahal didalam sudah ada konspirasi. Nirwan Bakrie atau status quo masih bermain," kata Akmal, tadi malam.

Diungkapkan Akmal, dari hasil analisis data yang diperolehnya, kongres gagal disebabkan beberapa hal. Tujuan KN yang dibentuk FIFA yakni untuk menggelar kongres dan merangkul LPI dalam sebuah rekonsiliasi telah digagalkan dan disusupi pihak penguasa (status quo). Dalam kongres ada beberapa fakta yang tidak terungkap selama ini.

Pertama, Ketua KN Agum Gumelar yang memimpin sidang tidak melakukan penghitungan ulang jumlah suara peserta (roll call) yang hadir dalam kongres. Hal tersebut disyaratkan sebagaimana Pasal 26 Statuta PSSI.

Padahal, roll call diperlukan untuk mengetahui jumlah anggota pemilih yang memiliki suara sah yang hadir. Ini untuk kepentingan keabsahan kongres dan langkah antisipasi bila keputusan aklamasi tidak dapat dicapai dan diganti dengan voting.

Selain itu, kisruh ini sebenarnya bermula dari surat 'illegal' tanggal 28 Februari 2011 dari Sekjen PSSI saat itu Nugraha Besoes ke Jerome Valcke tentang keputusan Komite Banding (KB) pimpinan Tjipta Lesmana. Namun surat yang dikirimkan tersebut, tidak disebutkan hasil KB yang membatalkan keempat calon ketum PSSI yaitu Nurdin Halid, Nirwan Bakrie, George Toisutta dan Arifin Panigoro.

Dari surat tersebut, FIFA mengirim surat balasan yang meminta PSSI menggelar kongres sebelum 30 April 2011, merangkul LPI dan tak melarang keempat calon maju dalam kongres. PSSI menyambutnya dengan mengadakan kongres di Riau, namun berakhir gagal.

Pascagagal, PSSI kirim kembali laporan ke FIFA. Induk sepakbola dunia tersebut akhirnya memberi sanksi ke PSSI dengan membekukan kepengurusannya. FIFA membentuk KN yang dipimpin Agum Gumelar. Mandat ke KN mirip dengan surat FIFA sebelumnya yakni menggelar kongres dan merangkul LPI.

Namun dalam perjalanannya, secara mendadak datang surat FIFA tertanggal 21 April 2011. Surat itu merujuk kepada surat Komite Banding tanggal 28 Februari 2011 yang melarang empat calon maju sebagai calon ketum/waketum. Padahal KB sendiri tidak pernah mengirim surat ke FIFA. 

Yang ada hanyalah surat yang dikirim Nugraha Besoes sebelumnya yang berisi tidak adanya keputusan KB, dan tanpa pelarangan majunya ke empat kandidat. Persoalan surat ini yang menjadi biang kekisruhan Kongres di Hotel Sultan beberapa waktu lalu.

"Tidak satupun ada yang bisa menjawab baik dari Pak Agum di KN dan FIFA sendiri yang hadir diwakili Regenass. Surat yang bisa berubah, datang tiba-tiba dan menjadi rujukan di kongres," tegasnya.

Akibatnya, Kelompok 78 ingin mengungkap pemanipulasian data tersebut dalam kongres dengan meminta KB membacakan putusannya. Namun karena Agum dan Regenass dinilai mengetahui persoalan tersebut, dan menjadi bumerang bagi mereka bila terungkap di publik, sehingga skenario penghentian di kongres langsung direncanakan.

Salah satu anggota KN yang telah diganti Agum sebanyak 5 orang, Soemaryoto tertangkap tangan melakukan pembicaraan dengan Iwan Budianto yang merupakan calon waketum yang merupakan orang suruhan Nirwan Bakrie saat sidang diskors. Saat skors itu juga, kelompok Iwan memberikan uang sejumlah 25 ribu dollar kepada peserta kongres untuk menolak KB membacakan putusannya.

Ditempat terpisah, Thierry Regenass diketahui terlibat pembicaraan dengan calon waketum. Dalam pembicaraan tersebut, Regenass menyebutkan bahwa kongres ini merupakan perang antara Nirwan dan Arifin. "Nirwan tak rela PSSI jatuh ke kelompok Arifin. Ia sengaja tak maju namun sudah menyiapkan orangnya didalam. Nirwan mengetahui bahwa PSSI potensial untuk pemilu 2014," ungkap Akmal menirukan ucapan Regenass.

Sementara Regenass sendiri telah menyalahi Statuta FIFA dimana disebutkan dalam pasal 22 ayat 4, bahwa "Kongres dapat mengundang peninjau untuk ikut serta dalam kongres tanpa hak berbicara atau hak memilih." Selain itu juga, sebagai peninjau Regenass duduk di meja depan bersama pimpinan sidang yang mengesankan bahwa Regenass bukan sebagai peninjau.

Akmal berpendapat, kisruh kongres yang dibuat oleh Komite Normalisasi memilki modus yang sama dengan kisruh yang dibuat di Riau sewaktu Nurdin masih di PSSI. Namun dilakukan dengan orang dan cara yang berbeda.

Harusnya Ketua KN sebagaimana yang dimandatkan FIFA harus merekonsiliasi dan tidak menutup diri. Pemerintah juga sebutnya mengetahui hal tersebut, namun lebih memilih bersikap hati-hati karena khawatir dinilai intervensi.

"Saya menilai dikedua belah pihak yakni di KN dan di kelompok 78 ada salah dan benarnya. Namun saatnya sekarang harusnya dihindari propaganda dari pihak manapun dan harusnya mendengungkan rekonsiliasi bersama," tutupnya.

Sementara itu, Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng yang ditemui di kantor presiden, mengaku tidak tahu menahu adanya dugaan penyuapan yang dilakukan saat kongres. Ia juga mengaku tak mengetahui adanya manipulasi data oleh pihak pengurus PSSI sebelumnya yang dimaksud.

"Saya tidak tahu...Saya tidak tahu," tutur Andi berulang kepada Waspada Online ketika ditanya seluruh informasi Akmal tersebut. Saat ini, katanya, pihaknya bersama KONI dan KOI terus melakukan rekonsiliasi bersama agar kongres baru/lanjutan dapat segera dilakukan. Sejalan dengan itu juga, pemerintah berupaya meminta kepada FIFA agar tidak memberi sanksi kepada Indonesia.

Kamis, 26 Mei 2011

Cara Mendekati Wanita Dengan Sukses

   Pada satu titik, kita semua pasti ingin mendekati wanita cantik. Apakah dia hanya berjalan melewati kita atau duduk di meja di seberang kita di sebuah cafe. Tetapi kita malah duduk diam dan berpikir bahwa itu bukan saatnya untuk bergerak.
Kebanyakan pria takut untuk mendekati wanita karena mereka tidak tahu bagaimana melakukannya. Dan juga perlu keberanian untuk melakukan pendekatan hanya dalam waktu beberapa saat. Jadi, ini yang harus Anda ingat ketika mendekati wanita.Buatlah dia merasa nyaman
Kebanyakan wanita akan berjaga-jaga ketika Anda pertama kali mendekatinya. Ini normal. Datang sebagai pria yang tak berdosa, bercandalah sedikit. Ini biasanya menolong.
Jangan mencoba membodohinya
Banyak pria yang tidak menghormati wanita. Wanita tahu ketika Anda berusaha untuk mendekati mereka. Bersikap langsung dan katakan pada mereka apa yang Anda inginkan.
Mendekati dengan rencana
Beberapa orang bisa berimprovisasi dengan sukses, tetapi mempunyai rencana selalu membantu kesempatan Anda untuk berkencan dengannya.
Jangan bertingkah seperti pervert
Banyak pria mensabotase kesempatan mereka dengan wanita dengan melihat belahan dadanya terus menerus. Jaga kontak mata Anda dengannya. Anda ingin dia berpikir bahwa Anda menginginkannya, bukan tubuhnya.
Semoga jika Anda mengingat semua tips yang disebutkan di atas, Anda bisa mendapatkan wanita yang diinginkan ketika bertemu dengannya di suatu tempat. Kalau tidak, mungkin Anda harus belajar dari teman wanita Anda bagaimana mendekati wanita.    SEMOGA SUKSESS....!!!:D

i lOVE u mAMA

I Love Mama

Kamis, 24 Februari 2011

Lapan Pilih Luncurkan Roket di Enggano

     BENGKULU, KOMPAS.com - Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) menetapkan tiga titik lokasi paling cocok untuk peluncuran roket pembawa satelit yang sedang dikembangkannya. Ketiga daerah yakni Tanjung Komang, Kiyoyo, dan Tanjung Laboho, semuanya di Bengkulu.
Lokasi tersebut semuanya berada jauh dari pemukiman warga, tepatnya di daerah Selatan Pulau Sebalik atau berada di selatan Pulau Enggano. Daerah tersebut dipilih karena jauh dari pemukiman penduduk yang berada di utara Pulau Enggano dan dekat dari permukaan laut..

Intel Core i7

                          Jakarta - Ada hal yang cukup menggiurkan dalam prosesor Intel Core i7-2600K. Meski digeber pada kecepatan tinggi, tidak ada gejala panas berlebih pada produk ini.

Core i7-2600K atau yang biasa dikenal sebagai salah satu keluarga Sandy Bridge, merupakan generasi kedua dari jajaran prosesor Intel Core i yang menduduki posisi tertinggi. Meski demikian produk ini dibanderol pada harga yang cukup masuk akal, yakni di kisaran USD 300.

Melihat dari spesifikasi yang diusungnya, produk ini jelas membawa segudang perbaikan. Misalnya terintergrasi dengan Graphic Processing Unit (GPU) yang konon bisa meningkatkan kinerja sistem. Baik ketika melakukan transcoding video, atau sekadar menyaksikan sajian High Definition (HD).

Selain itu ada fitur lain bertajuk Intel Quick Sync Video yang bisa memang dirancang untuk meningkatkan kualitas rendering prosesor ini. Hanya saja, fitur tersebut tidak aktif ketika pengguna memakai kartu grafis tambahan AMD Radeon atau Nvidia GeForce.

Secara default Intel Core i7-2600K berlari cukup kencang, yakni 3,4 GHZ dan dapat meningkat otomatis hingga 3,8 Ghz. Pun demikian jika merasa belum cukup, produk ini bisa di-overclock dengan mudah. Hanya bermodal cooling bawaan, prosesor ini bisa menyentuh kecepatan 4 Ghz.
             Tidak seperti generasi sebelumnya, Clarkdale, yang tergolong panas. Intel melakukan pembenahan pada arsitektur Sandy Bridge yang membuat prosesor ini cukup dingin, meski terus digeber pada kecepatan tinggi.

Intel Core i7-2600K memang terlahir dengan kecepatan 3,4 GHz dan secara otomatis bisa meningkat hingga 3,8 Ghz berkat fitur Turbobost. Namun jika dirasa belum cukup, prosesor ini masih bisa digeber lebih kencang karena memiliki multiplier yang tidak dikunci.

Hanya dengan pendingin bawaan, produk ini bisa mencapai 4 Ghz lebih dengan mudah. Bahkan jika ingin lebih serius, bisa ditingkatkan lagi dengan sistem pendingin yang lebih baik. Bahkan di beberapa kasus ada yang berhasil tembus hingga 5 Ghz. Wow!.detikINET coba sandingkan prosesor ini dengan motherboard GigaByte GA-P67A-UD4 yang menggunakan chipset Intel P67 Express. Hasilnya, temperatur hanya berkutat pada angka 25-30 derajat pada kondisi beban maksimun dengan casing terbuka. Terpaut sangat besar jika dibandingkan Core i7 965 yang mencapai 50 derajat pada kondisi yang sama.

Beberapa pengujian pun Intel Core i7-2600K lebih unggul dari Core i7 965. Meski tak terpaut jauh, namun performanya patut diacungkan jempol mengingat perbedaan harga yang nyaris dua kali lipat di pasaran.

Untuk catu daya, prosesor ini akan memakan sekitar 75 watt pada kondisi idle dan meningkat hingga 140 watt pada kondisi beban maksimal. Jadi sudah sepantasnya pengguna memakai power supply dengan kapasitas di atas 500 watt.
Rasanya memang belum afdol jika tidak mengukur performa Core i7-2600K dengan berbagai aplikasi pengujian. Sebagai bahan pertimbangan, detikINET tidak hanya melakukan benchmark sintetis, melainkan juga dengan kalkulasi rumit melalui Microsoft Excel.

Pada 3DMark 06, skor CPU yang berhasil ditorehkan Core i7-2600K mencapi 6681. Lebih unggul dari Core i7 965 yang hanya mendapat 5670. Sebagai catatan, Core i7 965 memiliki 4 core (8 thread), 3,2Ghz, dan sudah mengusung triple channel.

Dari hasil ini sudah terlihat jika performa tiap core di arsitektur Sandy Bridge ini terbilang baik, cukup pantas dengan banderol harga yang diberlakukan.

Selain pada 3DMark 06, hasil serupa juga didapat pada pengujian lain seperti CineBench, 3DMark Vantage, dan PC Mark Vantage.Selain melalui aplikasi benchmark di atas, detikINET juga sedikit bermain dengan kemampuan mengolah file video yang menjadi salah satu andalan produk ini.

Mengkonversi format Mov ke MKV pada resolusi 1080 pixel membutuhkan waktu sekitar 3 menit 42 detik tanpa menggunakan GPU encoding. Itu untuk video berdurasi 5 menit dengan ukuran sekitar 400 MB.

Selain itu, pengujian juga dilakukan dengan simulai perhitungan table di Microsoft Excel menggunakan file Montecarlo dan Number Crunch. Hasilnya, setelah tiga kali pengujian Core i7-2600K mendapatkan angka 11 detik untuk Montecarlo dan 3401 milidetik untuk Number Crunch.

Kesimpulannya, Core i7-2600K mampu memberikan nilai lebih berkat performa yang dahsyat dan harga yang kompetitif. Meski sempat diterpa kabar kurang sebab dengan chiptset pendukung yang tidak berfungsi baik, namun prosesor ini tetap pantas menjadi rujukan para penggila komputer yang mementingkan performa.

Di pasaran, Intel Core i7-2600K dibanderol pada kisaran harga Rp 2,9 juta. Sedangkan beberapa seri di bawahnya seperti, Core i7 2600, Core i5 2500, Core i5 2400, Core i5 2300 dipatok mulai dari Rp 1,6 juta hingga Rp 2,6 juta.

Pengumuman Calon Ketum PSSI

    JAKARTA, KOMPAS.com - Hari ini, Sabtu (19/2/2011), PSSI secara resmi akan mengumumkan nama-nama yang bakal bertarung di Kongres PSSI, 26 Maret mendatang. Mulai dari pertarungan untuk posisi Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan Komite Eksekutif (Exco). Yang paling bergengsi tentu saja perebutan kursi Ketua Umum.
Saat ini ada empat nama yang menjadi bakal calon, yakni Nurdin Halid, Nirwan D Bakrie, George Toisutta, dan Arifin Ponigoro. Berhasil atau tidaknya mereka maju ke kongres akan ditentukan oleh Komite Pemilihan, di mana komite ini berpegangan pada statuta FIFA dan PSSI.
Masalah timbul karena banyak penafsiran berbeda dari pasal-pasal statuta. Yang jelas, Komite Pemilihan atau tim verifikasi diharapkan dapat bersikap fair dan tak memelintir pasal-pasal di statuta tersebut. "Tentu yang kita harapkan agar tim verifikasi bersikap adil, supaya apa yang diumumkan tidak menyimpang dari apa yang diharapkan masyarakat Indonesia," tandas Saleh Muhkadar, salah satu pendukung Toisutta dan Arifin.
Untuk posisi Waketum, ada enam nama yang menjadi bakal calon, yakni Nirwan D Bakrie, Arifin Panigoro, Nurdin Halid, Bob Hippy, Sukawi Sutarip, dan Ibnu Munzir. Posisi ini juga menentukan karena akan menjadi tandem Ketum dalam masa bakti periode hingga 2015 mendatang.
Sementara untuk Exco, ada 29 nama yang saat ini menjadi bakal calon. Ke-29 nama ini terdiri dari komite pejabat incumbent, pengurus PSSI, serta beberapa muka baru. Sesuai dengan pasal 35 Statuta PSSI, jabatan Komite Eksekutif ini dihuni oleh 11 orang yang terdiri atas ketua umum, wakil ketua umum, dan 9 anggota. Semua nama di atas tentu saat ini sedang harap-harap cemas, apakah nama mereka berhasil lolos atau tidak ke kongres.
Mengenai hal ini, juru bicara Komite Pemilihan, Gusti Randa, Jumat (18/2/2011), mengatakan, "Tunggu saja, pokoknya bakal ada kejutan".
Berikut bakal calon anggota Exco PSSI: Iwan Budianto, M Zein, Sihar Sitorus, Mafirion, Dodi Reza Alex Nurdin, Tri Goestoro, Nugraha Besoes, Sukawi Sutarip, Achnasul Qasasi, Ashar Suryobroto, Ferry Paulus, Harbiansyah Hanafiah, Subardi, Syahrial Damopoli, Ibnu Munzir, Andi Darussalam Tabusalla, IGK Manila, Toto Sudibyo, Hinca IP Pandjaitan, Benhard Limbong, Sumaryoto Padmodiningrat, Togar Manahan Nero, Zainuddin Hamid, TM Nurlif, Adnan Dambea, Tuty Dau, Djohar Arifin Husin, Dali Tahir, dan Haruna Soemitro.

Kamis, 06 Januari 2011

Bonek kembali bikin ulah lagi

Supporter PERSEBAYA
 Supporter – Inilah akibatnya kalau pengiriman suporter tanpa koordinasi. Dan untuk kesekian kalinya, oknum Bonek lagi-lagi bikin ulah usai menyaksikan tim kebanggaannya bertanding away ke kandang Pelita Jaya di Karawang.Kali ini, beberapa oknum bonek tersebut bikin ulah di Stasiun Cepu, Jateng, Senin (11/1/2010) dengan merampas makanan milik para pedagang setempat. Aksi tersebut bermula saat oknum beratribut bonek tersebut pulang dari Karawang dengan menumpang kereta api (KA) dan singgah di Stasiun Cepu.
Data yang dihimpun  di lapangan menyebutkan, selain merampas makanan milik pedagang, mereka juga melempari warga dengan batu saat berusaha menghardiknya.
Mendengar adanya aksi anarkis oleh oknum bonek, petugas di Stasiun Kota Bojonegoro langsung menghubungi pihak Polres Bojonegoro dan Polsek Kota. Tujuannya tak lain adalah untuk mengamankan stasiun agar kondisi di Cepu tidak terulang di Bojonegoro.
Mendengar adanya kabar itu, seratusan petugas kepolisian langsung bersiaga penuh. Jumlah persoinil yang diturunkan sebanyak 1 pleton lebih dan kebanyakan dari Satsamapta Polres Bojonegoro.
Kasat Samapta Polres Bojonegoro, AKP Temmy A Rachman membenarkan adanya kejadian di Cepu dan antisipasi di Stasiun Kota Bojonegoro. “Pengamanan ini dilakukan untuk mengantisipasi keamanan di stasiun. Sebab pihak kami mendapat informasi kebrutalan bonek di Stasiun Cepu,” katanya.
Ternyata benar, kereta api barang dari arah barat yang masuk di jalur 4 stasiun sudah nampak berdiri ratusan bonek dengan berbagai atribut dan tampilan khas supporter Persebaya Surabaya.
Di atas kereta itu juga terdapat sisa batu yang berserakan dan juga di dasar gerbong terbuka. Namun, aksi mengkhawatirkan yang dilakukan bonek tidak terulang. Hanya sejumlah orang turun, lalu meminta minum dan rokok kepada penumpang di dalam kereta KRD yang kebetulan akan berangkat ke Surabaya. Walaupun begitu, pedagang Stasiun Bojonegoro sempat ketakutan akan dagangannya.
Seperti dikatakan oleh Jumilah, pedagang warga Sumbang. Menurutnya, dirinya sempat kawatir kalau bakal terjadi tindak anarkis di stasiun, seperti yang dikabarkan di Cepu. “Makanya ketika mendapat informasi dari pihak stasiun, kami langsung menutup semetara dagangan ini,” terangnya.
Terpisah, Kepala Stasiun Bojonegoro, Suprapto mengaku juga sempat khawatir dengan kedatangan Bonekmania. Makanya, dia langsung berkoordinasi dengan Polres Bojonegoro untuk bantuan pengamanan.