Jumat, 27 Mei 2011

Empat Laga, Target Rp 3,6 Miliar Semua untuk Bayar Gaji Pemain


MALANG - Manajemen PT Arema Indonesia masih punya harapan bisa melunasi gaji pemain yang tertunggak selama 2,5 bulan. Harapan itu  berasal dari hasil penjualan tiket empat laga kandang tersisa. Dari empat laga itu, manajemen Arema menargetkan mampu meraup pendapatan Rp 3,6 miliar. Empat laga kandang Arema itu antara lain menjamu Deltras Sidoarjo (29/5), Persela (4/6), Persisam (16/6), dan Bontang FC (19/6). 


Manajemen Arema sejauh ini berkeyakinan bahwa laga menjamu Deltras bisa dilangsungkan. Ancaman pemain Deltras yang akan mogok tanding lawan Arema karena ada masalah internal, diyakini tak akan terjadi. Karena sebagai pemain profesional, Danillo Fernando dn kawan-kawan tidak akan berani mogok. Karena risikonya akan sangat fatal bagi tim dan pemain yang bersangkutan.

Bagi Arema, laga menjamu Deltras mendatang selain akan dimanfaatkan untuk mengakhiri paceklik kemenangan Singo Edan, julukan Arema, juga akan digunakan untuk kembali meraup pundi-pundi rupiah sebagai pemasukan Arema.

Pelaksana harian PT Arema Indonesia, Abriadi Muhara membenarkan empat laga kandang sisa akhir musim ini akan digunakan semaksimal mungkin untuk meraup pendapatan. Dia menegaskan, semua pendapatan akan langsung dialokasikan untuk pembayaran gaji pemain Arema.

"Pendapatan dari penjualan tiket laga kandang akan sangat membantu menyelesaikan krisis finansial ini secara pelan-pelan. Kami menaruh banyak harapan agar Aremania bisa memadati stadion. Kedatangan mereka, selain akan melipatgandakan semangat pemain, juga akan memberi pemasukan yang akan kami gunakan membayar gaji pemain dan pelatih Arema," beber Abriadi kepada Radar Malang (Grup JPNN).

Pria yang juga menjabat sebagai ketua panpel Arema tersebut mengatakan jika semua tiket sold out (ludes terjual), maka panpel Arema akan mendapat pemasukan setidaknya Rp 900 juta per pertandingan. Artinya lagi, jika Arema masih memiliki empat laga kandang, Arema akan mampu meraup dana segar sekitar Rp 3,6 miliar dari penjualan tiket laga kandang.

Jika diestimasikan lagi, dana segar Rp 3,6 miliar akan mampu mencukupi pembayaran gaji penggawa Arema sampai pada hitungan 3,5 bulan. Sebagai informasi, sampai saat ini manajemen Arema masih memiliki tunggakan gaji pemain selama 2,5 bulan yang belum terbayarkan. Total tunggakan itu senilai Rp 2,7 miliar dengan asumsi kebutuhan gaji per bulan mencapai Rp 1,1 miliar.

"Kami sangat optimistis target ini akan tercapai. Kami harus apresiasi komitmen Aremania yang akan membantu Arema. Bagaimana pun mereka juga turut andil untuk menyelesaikan problem keuangan di Arema," ujar Abriadi. (did/abm)

Deltamania : Stop Penyidikan Dana Pinjaman Deltras

foto


TEMPO Interaktif,Sidoarjo - Deltamania, suporter Deltras Sidoarjo meminta Kejaksaan Negeri Sidoarjo tak melanjutkan proses hukum kasus dana pinjaman dana dari Perusahaan Daerah Air Minum Sidoarjo, Selasa 24 Mei 2011. Ketua Deltamania, Saiful Bagirok meminta agar dana pinjaman itu tak dipersoalan karena tak ada kerugian negara dalam persoalan tersebut. "Dana pinjaman itu untuk menyelamatkan Deltras," katanya.
Lantaran, saat itu Deltras tengah masuk jurang degradasi. Jika tak ada kucuran dana, diperkirakan para pemain tertekan dan tak bisa bermain lepas. Apalagi, saat itu tak ada lembaga lain yang bersedia memberikan dana pinjaman. "Kita minta bantuan ke sejumlah lembaga, tak ada yang peduli," katanya.

Saat Deltras dililit krisis keuangan itu, kemudian Perusahaan Daerah Air Minum Sidoarjo memberikan pinjaman dana sebesar Rp 3 miliar. Saat itu, katanya, Deltras baru berlaga kembali dalam kompetisi Liga Super Indonesia yang membutuhkan dana besar. Saiful juga menunjukkan bukti surat perjanjian utang piutang PDAM dengan Deltras dan usulan dana hibah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2010.

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Sidoarjo, Djajadi meminta agar Bupati Sidoarjo Saiful Ilah turun tangan menyelesaikan masalah ini. Karena, Deltras merupakan klub milik Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. "PDAM dan Deltras, sama-sama milik Pemerintah Kabupaten Sidoarjo." katanya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga bertanggungjawab jika Deltras tak mampu melunasi utang tersebut. Dana pinjaman itu, katanya, diserahkan Agustus 2010 lalu atas perintah Bupati Sidoarjo saat itu dijabat Win Hendrarso sepengetahuan Sekretaris Kabupaten Vino Muntiawan dan manajer Deltras Ayu Sartika Virianti.

Saat itu, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tengah menganggarkan dana hibah melalui Komite Olahraga Nasional sebesar Rp 8 miliar melalui APBD perubahan 2010. Dana pinjaman tersebut dilunasi setelah Deltras menerima dana hibah tersebut. Namun, belakangan tak ada pejabat yang berani bertanggungjawabkan anggaran tersebut setelah Gubernur Jawa Timur melarang anggaran untuk klub sepak bola. 

Saat ini, Kejaksaan Negeri Sidoarjo tengah melakukan pengumpulan bahan dan keterangan untuk mengungkap kasus dugaan korupsi ini. Penyidik telah meminta keterangan Direktur Utama PDAM Sidoarjo Djajadi dan sejumlah pihak yang mengetahui persoalan ini. Jika ditemukan indikasi korupsi akan ditingkatkan dalam penyidikan. 

FIFA Ikut Gagalkan Kongres PSSI


JAKARTA - Kekisruhan Kongres PSSI 2011 di Hotel Sultan bukan muncul secara mendadak. Ada skenario besar dari penguasa untuk menggagalkan kongres tersebut.

Kongres yang digagas Komite Normalisasi (KN) atas petunjuk dari induk sepakbola dunia FIFA ini sejak awal sudah bergelagat akan kisruh. Para calon ketua umum yang melihat gelagat buruk lalu mengundurkan diri sebelum kongres dimulai.

Menurut CEO Tangerang Wolves, Akmal Marhali, kesalahan memang dilakukan oleh Kelompok 78. Namun kesalahan juga dilakukan oleh Komite Normalisasi (KN) dan FIFA. Keduanya memiliki kadar kebenaran dan kesalahan dalam kongres.

Namun, lebih dalam lagi diungkapkan Akmal, terdapat skenario besar untuk membuat kongres ricuh. Berdasarkan data yang diperolehnya dan membandingkan fakta dilapangan, Akmal menengarai kuat kelompok Nurdin Halid cs mengatur semua skenario.

Kepada Waspada Online, Akmal mengungkapkan beberapa data dan fakta kisruh Kongres PSSI dibuat sejak awal. Persoalan surat menyurat antara PSSI dan FIFA menjadi puncak permasalahan. Oknum FIFA turut terlibat dalam pemalsuan data saat korespondensi dengan Indonesia.

"Ini ada manipulasi di kongres kemarin, semua terbuai dengan propaganda media. Masyarakat hanya dikelabui permukaan dalam kongres. Padahal didalam sudah ada konspirasi. Nirwan Bakrie atau status quo masih bermain," kata Akmal, tadi malam.

Diungkapkan Akmal, dari hasil analisis data yang diperolehnya, kongres gagal disebabkan beberapa hal. Tujuan KN yang dibentuk FIFA yakni untuk menggelar kongres dan merangkul LPI dalam sebuah rekonsiliasi telah digagalkan dan disusupi pihak penguasa (status quo). Dalam kongres ada beberapa fakta yang tidak terungkap selama ini.

Pertama, Ketua KN Agum Gumelar yang memimpin sidang tidak melakukan penghitungan ulang jumlah suara peserta (roll call) yang hadir dalam kongres. Hal tersebut disyaratkan sebagaimana Pasal 26 Statuta PSSI.

Padahal, roll call diperlukan untuk mengetahui jumlah anggota pemilih yang memiliki suara sah yang hadir. Ini untuk kepentingan keabsahan kongres dan langkah antisipasi bila keputusan aklamasi tidak dapat dicapai dan diganti dengan voting.

Selain itu, kisruh ini sebenarnya bermula dari surat 'illegal' tanggal 28 Februari 2011 dari Sekjen PSSI saat itu Nugraha Besoes ke Jerome Valcke tentang keputusan Komite Banding (KB) pimpinan Tjipta Lesmana. Namun surat yang dikirimkan tersebut, tidak disebutkan hasil KB yang membatalkan keempat calon ketum PSSI yaitu Nurdin Halid, Nirwan Bakrie, George Toisutta dan Arifin Panigoro.

Dari surat tersebut, FIFA mengirim surat balasan yang meminta PSSI menggelar kongres sebelum 30 April 2011, merangkul LPI dan tak melarang keempat calon maju dalam kongres. PSSI menyambutnya dengan mengadakan kongres di Riau, namun berakhir gagal.

Pascagagal, PSSI kirim kembali laporan ke FIFA. Induk sepakbola dunia tersebut akhirnya memberi sanksi ke PSSI dengan membekukan kepengurusannya. FIFA membentuk KN yang dipimpin Agum Gumelar. Mandat ke KN mirip dengan surat FIFA sebelumnya yakni menggelar kongres dan merangkul LPI.

Namun dalam perjalanannya, secara mendadak datang surat FIFA tertanggal 21 April 2011. Surat itu merujuk kepada surat Komite Banding tanggal 28 Februari 2011 yang melarang empat calon maju sebagai calon ketum/waketum. Padahal KB sendiri tidak pernah mengirim surat ke FIFA. 

Yang ada hanyalah surat yang dikirim Nugraha Besoes sebelumnya yang berisi tidak adanya keputusan KB, dan tanpa pelarangan majunya ke empat kandidat. Persoalan surat ini yang menjadi biang kekisruhan Kongres di Hotel Sultan beberapa waktu lalu.

"Tidak satupun ada yang bisa menjawab baik dari Pak Agum di KN dan FIFA sendiri yang hadir diwakili Regenass. Surat yang bisa berubah, datang tiba-tiba dan menjadi rujukan di kongres," tegasnya.

Akibatnya, Kelompok 78 ingin mengungkap pemanipulasian data tersebut dalam kongres dengan meminta KB membacakan putusannya. Namun karena Agum dan Regenass dinilai mengetahui persoalan tersebut, dan menjadi bumerang bagi mereka bila terungkap di publik, sehingga skenario penghentian di kongres langsung direncanakan.

Salah satu anggota KN yang telah diganti Agum sebanyak 5 orang, Soemaryoto tertangkap tangan melakukan pembicaraan dengan Iwan Budianto yang merupakan calon waketum yang merupakan orang suruhan Nirwan Bakrie saat sidang diskors. Saat skors itu juga, kelompok Iwan memberikan uang sejumlah 25 ribu dollar kepada peserta kongres untuk menolak KB membacakan putusannya.

Ditempat terpisah, Thierry Regenass diketahui terlibat pembicaraan dengan calon waketum. Dalam pembicaraan tersebut, Regenass menyebutkan bahwa kongres ini merupakan perang antara Nirwan dan Arifin. "Nirwan tak rela PSSI jatuh ke kelompok Arifin. Ia sengaja tak maju namun sudah menyiapkan orangnya didalam. Nirwan mengetahui bahwa PSSI potensial untuk pemilu 2014," ungkap Akmal menirukan ucapan Regenass.

Sementara Regenass sendiri telah menyalahi Statuta FIFA dimana disebutkan dalam pasal 22 ayat 4, bahwa "Kongres dapat mengundang peninjau untuk ikut serta dalam kongres tanpa hak berbicara atau hak memilih." Selain itu juga, sebagai peninjau Regenass duduk di meja depan bersama pimpinan sidang yang mengesankan bahwa Regenass bukan sebagai peninjau.

Akmal berpendapat, kisruh kongres yang dibuat oleh Komite Normalisasi memilki modus yang sama dengan kisruh yang dibuat di Riau sewaktu Nurdin masih di PSSI. Namun dilakukan dengan orang dan cara yang berbeda.

Harusnya Ketua KN sebagaimana yang dimandatkan FIFA harus merekonsiliasi dan tidak menutup diri. Pemerintah juga sebutnya mengetahui hal tersebut, namun lebih memilih bersikap hati-hati karena khawatir dinilai intervensi.

"Saya menilai dikedua belah pihak yakni di KN dan di kelompok 78 ada salah dan benarnya. Namun saatnya sekarang harusnya dihindari propaganda dari pihak manapun dan harusnya mendengungkan rekonsiliasi bersama," tutupnya.

Sementara itu, Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng yang ditemui di kantor presiden, mengaku tidak tahu menahu adanya dugaan penyuapan yang dilakukan saat kongres. Ia juga mengaku tak mengetahui adanya manipulasi data oleh pihak pengurus PSSI sebelumnya yang dimaksud.

"Saya tidak tahu...Saya tidak tahu," tutur Andi berulang kepada Waspada Online ketika ditanya seluruh informasi Akmal tersebut. Saat ini, katanya, pihaknya bersama KONI dan KOI terus melakukan rekonsiliasi bersama agar kongres baru/lanjutan dapat segera dilakukan. Sejalan dengan itu juga, pemerintah berupaya meminta kepada FIFA agar tidak memberi sanksi kepada Indonesia.

Kamis, 26 Mei 2011

Cara Mendekati Wanita Dengan Sukses

   Pada satu titik, kita semua pasti ingin mendekati wanita cantik. Apakah dia hanya berjalan melewati kita atau duduk di meja di seberang kita di sebuah cafe. Tetapi kita malah duduk diam dan berpikir bahwa itu bukan saatnya untuk bergerak.
Kebanyakan pria takut untuk mendekati wanita karena mereka tidak tahu bagaimana melakukannya. Dan juga perlu keberanian untuk melakukan pendekatan hanya dalam waktu beberapa saat. Jadi, ini yang harus Anda ingat ketika mendekati wanita.Buatlah dia merasa nyaman
Kebanyakan wanita akan berjaga-jaga ketika Anda pertama kali mendekatinya. Ini normal. Datang sebagai pria yang tak berdosa, bercandalah sedikit. Ini biasanya menolong.
Jangan mencoba membodohinya
Banyak pria yang tidak menghormati wanita. Wanita tahu ketika Anda berusaha untuk mendekati mereka. Bersikap langsung dan katakan pada mereka apa yang Anda inginkan.
Mendekati dengan rencana
Beberapa orang bisa berimprovisasi dengan sukses, tetapi mempunyai rencana selalu membantu kesempatan Anda untuk berkencan dengannya.
Jangan bertingkah seperti pervert
Banyak pria mensabotase kesempatan mereka dengan wanita dengan melihat belahan dadanya terus menerus. Jaga kontak mata Anda dengannya. Anda ingin dia berpikir bahwa Anda menginginkannya, bukan tubuhnya.
Semoga jika Anda mengingat semua tips yang disebutkan di atas, Anda bisa mendapatkan wanita yang diinginkan ketika bertemu dengannya di suatu tempat. Kalau tidak, mungkin Anda harus belajar dari teman wanita Anda bagaimana mendekati wanita.    SEMOGA SUKSESS....!!!:D

i lOVE u mAMA

I Love Mama